BREAKING NEWS
Loading...

Iklan

Arizal & Nadia

Alhamdulillah, akhirnya kutemukan dirimu wahai belahan jiwaku..

Era Digital

Mari songsong era digital dengan penuh semangat dan percaya diri.

Hidup itu indah

Hidup adalah anugerah.

Karya

Terus belajar dan berkarya.

RIZALmedia

Disinilah semua ide dan gagasan saya persembahkan.

Kepanjen Idol

Sebuah wadah yang saya persembahkan untuk mendukung generasi muda kita.

Komunitas Blogger Indonesia

Sebuah komunitas yang saya dirikan dan persembahkan untuk kawan-kawan para blogger dari seluruh Indonesia.

Radio Kepanjen FM

Media radio yang pernah saya dirikan untuk misi hiburan dan pendidikan.

Tentang Arizal

Wawasan

Belajar Blog

Belajar Desain Grafis

Belajar Multimedia

RIZALmedia

Software

Belajar Media Sosial

Film

Hiburan

Antara Mengendalikan dan Dikendalikan Teknologi


Saat ini kita telah berada di tengah-tengah teknologi. Berbagai kehidupan kita tidak lepas dari peran serta teknologi. Yang termudah adalah ponsel pintar atau smartphone kita, termasuk komputer atau laptop kita. Ketika kita mau merenungkan, seberapa lama sih, kita selalu bersama "mereka"?.

Nah, saat kita sudah sadar, saat ini kita telah berada di tengah-tengah teknologi, timbul pertanyaan yang lebih penting, "Kita sedang mengendalikan atau dikendalikan teknologi sih,?"

Kalau kita berpendapat, jelas kita yang mengendalikan teknologi. Oh iya? Bukannya semua algoritma di berbagai perangkat teknologi kita adalah buatan orang lain, dan kita telah mengikuti mereka semua.

Media Sosial alias medsos juga demikian. Semua memiliki perintah-perintah yang kita akan mengikuti perintah tersebut. Ya, demikianlah semua algoritma bekerja.

Saat kita akan mengupload status di medsos kita untuk pagi ini saja, misalkan, maka pertama kita harus membuka smartphone atau komputer kita. Lalu, kita harus membuka medsos kita. Kita buka dulu beranda mungkin, untuk menyaksikan berbagai status milik orang lain di beranda kita, lalu cara post status kita buka bagian mengetik status, kita juga menambahkan foto mungkin, atau video, dan lalu kita klik post.

Semua bagian halaman di medsos kita. Kita telah menghafalnya. Ada perubahan sedikit saja di beberapa fasilitasnya, maka kita akan belajar lagi. Nah, seperti itulah, sejatinya kita telah dikendalikan algoritma orang lain juga. Kita telah dikendalikan teknologi juga.

Nah, sekarang timbulah fakta baru, "Cara berfikir manusia secara umum di dunia ini akan berkembang dan berganti mengikuti algoritma yang telah diciptakan banyak orang tersebut." 

Dalam berjalannya waktu, akan ada perang algoritma. Setiap orang akan berusaha menciptakan teknologi dalam bentuk apa pun itu. Misal dalam bentuk media sosial. Lalu akan menciptakan trend baru. Menciptakan algoritma baru. Setelah itu cara berfikir manusia akan berubah dan mengikuti mereka.

Ya, teknologi adalah media mempengaruhi semua manusia dengan mudah saat ini. 

Saat ini, setelah sadar dengan hal ini, hal yang terpenting adalah, bagaimana cara kita mengendalikan teknologi?, agar tidak melulu kita dikendalikan teknologi.

- Arizal Firmansyah -
Pendiri dan Pembina Yayasan Indonesia Digital Merdeka

Hidup yang kita keluhkan adalah Hidup yang orang lain inginkan


Ada yang berpenghasilan besar, Tapi habis untuk menanggung hutang orang tua.

Ada yang jabatanya bagus, Tapi pulang kerumah 3 bulan sekali.

Ada yang dekat dengan keluarga,  Tapi gaji hanya cukup untuk hidup sendiri.

Jalan kita sama-sama terjal, yang membedakan

Hanyalah jenis batunya.

Ada yang diharuskan merantau demi ekonomi keluarga yang lebih baik.

Ada yang harus stay dirumah untuk menemani orang tua.

Yang menurut kita enak belum tentu enak, yang menurut kita gak enak belum tentu juga gak enak.

Bahagia untuk kita semua..

Ada yang single tapi punya banyak waktu luang dan penghasilan.

Ada yang berpasangan saling cinta tapi terhalang restu

Karena perbedaan keyakinan.

Ada yang sudah hidup bersama, indah,makmur tapi belum juga diberi titipan oleh Allah berupa momongan.

Ukuran bahagia manusia tidak jauh dari sabar dan syukur.

Teruntuk semua para pejuang kehidupan, Terima kasih

Karna tidak pernah menyerah.

Jangan pernah berhenti walau langkahmu terasa

Semakin berat.

Mungkin diujung nanti, banyak hal-hal baik yang menanti

Untuk kalian jemput.

Hidup yang kita keluhkan

Hidup yang orang lain inginkan

Beda jalan satu tujuan.

Motivasi : Kisah Jacq, Pelari Dunia asal Kenya


KISAH LUAR BIASA

Foto ini diambil di Lomba lari Marathon Zheng-Kai tahun 2010. Pelari Jacqueline Nyetipkei Kiplimo (Jacq) adalah pelari wanita maraton papan atas dari Kenya.

Ketika Jacq melihat seorang atlit asal China yang tidak memiliki tangan terlihat kesulitan mengambil air dan mengalami dehidrasi, dia membantu memberikan minuman di setiap pos dari km 10 hingga km 38, sampai dilihatnya si pelari sudah membaik.

Kegiatan tambahan ini otomatis memperlambat lari Jacq, akhirnya dia harus rela menjadi juara ke-2 dan kehilangan hadiah sebesar US$10.000

Katanya ke media, "saya tidak pernah menyesal untuk membantu orang lain, bagi saya dia bukan orang asing, tapi perlu mendapat bantuan dari saya...it's all not about the winning"

Dan...

mereka tidak saling kenal sebelumnya

mereka tidak satu ras dan tidak satu warna kulit

mereka tidak satu kewarganegaraan

mereka kesulitan berkomunikasi karena berbeda bahasa

mereka berbeda adat istiadatnya

mereka kemungkinan juga berbeda agama

Namun Jacq telah berhasil menanggalkan semua perbedaan itu dan menjadi "pemenang sejati" sebagai seorang manusia. 👍



Motivasi : Elang dan Gagak


Satu-satunya burung yang berani mematuk elang adalah burung gagak. Ia duduk di punggung elang dan menggigit lehernya.


Namun, elang tidak menanggapi atau bertarung dengan gagak.


Elang tidak mau menghabiskan waktu atau energi dengan ulah si gagak.


Elang hanya membuka sayapnya dan mulai terbang lebih tinggi di langit.


Semakin tinggi penerbangan, semakin sulit bagi gagak untuk bernafas dan akhirnya gagak tersebut jatuh karena kekurangan oksigen.


Pesan Renungan:


Anda tidak perlu menanggapi semua pertempuran.


Anda tidak perlu menanggapi atau menjawab kembali semua argumen, tuduhan atau kritik.


Angkat saja standarmu dan kepakkan sayapmu.


Terbanglah tinggi, Niscaya mereka akan jatuh sendiri...!!


Berhentilah membuang waktu dengan "burung-burung gagak" dalam kehidupanmu.


Bawa saja ke ketinggian anda dan mereka akan memudar dengan sendirinya.

Toleransi Beragama yang Menyejukkan, Saat Sinterklas Menyeberangkan Anak Bersarung


"Dia yang bukan saudara dalam iman,adalah saudara dalam kemanusiaan." Itulah kalimat yang tepat dari apa yang sering disampaikan Bapak Toleransi kita KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab kita panggil Gus Dur.

Memang menyejukkan melihat foto di atas ini, ketika ada bapak-bapak dengan baju khas sinterklas di moment natal, dan dia mau mengantarkan anak kecil bersarung menyeberang jalan. Di sinilah gambaran kesejukan antar pemeluk agama di Indonesia.

Sudah seharusnya kita dewasa dalam menyikapi perbedaan dan membuat perbedaan bukan lagi hal yang menakutkan, tetapi perbedaan dianggap menjadi suatu yang indah, dan rahmat dari Tuhan Pencipta Alam Semesta ini.

Dan akhirnya, saya Arizal Firmansyah ingin mengucapkan..
Selamat Hari Natal saudaraku 🙏

Tag Terpopuler


Top